Tolong Jangan Ganggu Aku

Assalamu'alaikum

pict by pixabay.com


     Pada kali ini, aku akan membahas beberapa mengenai 
bullying. Sebelumnya, pasti beberapa dari kalian pernah di-bully, ya gak? Jujur, aku pernah di-bully pas di sekolah dan rasanya itu sakit sih pasti. Tapi karena aku cuek tapi kadang perasa, jadinya gak terlalu aku pikirin banget. Hoho.. Oke lanjut aja, inilah contoh kasus bullying yang sering terjadi di negara kita, yaitu Indonesia.


Rara. Gadis berusia 13 tahun yang kini menduduki bangku kelas 1 Sekolah Menengah Pertama. Tempat yang ia datangi setiap hari adalah tempat yang menyenangkan, tapi tidak untuk dirinya. Bermula pada saat Rara berjalan dikoridor sekolahnya, banyak anak-anak yang sedang melihat ke arahnya dengan pandangan sinis. Ia hanya menundukan kepalanya ketika melewati koridor tersebut, sampailah ia diambang pintu kelasnya. Tanpa berpikir panjang, ia langsung duduk di kursi yang kosong tepat didepan papan tulis. Lagi-lagi terdengar desas-desus dan pandangan sinis yang melihat ke arahnya. Rara mendudukan kepalanya dalam dalam.

“Hei, gajah. Badanmu itu menghalagi pandanganku, tau!” Suara anak perempuan dari arah belakang dengan rambut hitamnya.

Rara berpikir, ia sama sekali tak menghalangi papan tulis itu dan ia tak menggubrisnya.

*Bel masuk berbunyi*

Ibu Wali Kelas sudah datang tepat setelah berdo’a bersama tadi. Saat waktunya perkenalan tiba, kini giliran Rara yang memperkenalkan dirinya.

“Halo, n-nama sa-saya Rara Pramudhia.” Ia sangat gugup, terlihat dari ketika ia menggosokan kedua tangannya berulang kali, bahkan suaranya pun terdengar sayup-sayup oleh murid yang duduk dibaris belakang. Wali kelasnya langsung menyebut nama lengkapnya Rara ke hadapan para muridnya.

“bla.. bla.. bla..”

*Bunyi bel istirahat*

Rara pergi ke kantin seorang diri, karena sejak tadi tak ada yang ingin menemaninya. Ia membeli sebungkus roti cokelat dan air mineral, duduk dipinggir koridor dekat kelas memanglah pilihan yang tepat untuknya. Tiba-tiba..

“Hei, gendut. Kamu kok makan sih? Kan kamu sudah gendut.” Salah satu anak yang sekelas dengan Rara telah membuat selera makannya hilang. Ia pun pergi menuju ke kelasnya dan memasuki ruangan itu.

“TEMAN-TEMAN, KAMU MERASA ADA GEMPA TIDAK SIH?” Teriak salah satu temannya

“IYA NIH.” Jawab dengan kompak oleh teman yang lainnya.
Rara hanya menundukan kepalanya dan ingin cepat cepat pulang.

Hari berikut-berikutnya.

Sama seperti hari sebelumnya, ia bahkan kini tak mau ke kantin lagi. Bekal yang ia bawa pun tak dimakannya. Semakin banyak yang mengejeknya, bahkan ada yang sempat mendorongnya hingga jatuh didekat toilet tempat ia bersembunyi. Kini ia merasa sekolah adalah tempat terburuk yang pernah ada, ia tak ingin lagi pergi ke sekolah. 


Nah, itulah contoh dari bullying. Bullying yang bila diartikan dalam bahasa Indonesia adalah penindasan. Jika dalam istilah, bullying adalah tindakan dimana seseorang atau lebih menggertak, mengganggu, menyakiti orang lain yang disengaja dengan kekerasan. Bullying juga ada jenisnya lho, yaitu:


  1. Bullying secara verbal, seperti celaan, penghinaan, fitnah, mendapat julukan yang buruk, teror dan gossip
  2. Bullying secara fisik, seperti memukul, menyubit, menampar dan menggigit
  3. Bullying secara rasional atau hubungan pertemanan, seperti lirikan sinis, tertawa yang mengejek dan memberikan bahas tubuh merendahkan
  4. Bullying elektronik (Cyber Bullying) seperti mendapat teror melalui media chatting dan media sosial lainnya
Dampak negatif dari bullying bagi korbannya adalah:
  1. Menjadi tak percaya diri alias tak pede
  2. Sering merasa sendirian
  3. Depresi
  4. Kesedihan
  5. Kegelisahan
Penyebab terjadinya bullying, yaitu:
-       Dari pelaku bully
1. Kurang perhatian dari orang di sekitarnya, ketika anak yang membully anak lain, ia akan merasa diperhatikan oleh anak-anak yang ada disekitarnya, ia bahkan merasa bangga telah melakukannya.
2. Pernah menjadi korban kekerasan, contohnya adalah anak yang sebagai pelaku bully melampiaskan kekesalannya kepada anak yang lain.
3.  Media, banyak tontonan yang menayangkan adegan kekerasan sehingga anak itu menirunya kepada orang lain.
4.    Ingin menguasai, anak yang biasanya bersifat bertindak tanpa dipikir dan berkepala panas dan bahkan bangga bila ada anak yang tunduk dan takut terhadapnya.
5.    Tidak adanya rasa empati terhadap orang lain, jadi pelaku bertindak sesukanya.
6.    Pelaku mengalami gangguan psikopat.

-       Anak yang biasanya sering menjadi korban bully
1.      Anak yang mempunyai bentuk tubuh terlalu kurus atau terlalu gemuk
2.      Anak yang terlihat lemah
3.      Berasal dari daerah yang berbeda
4.      Berkebutuhan khusus
5.      Anak yang cantik atau tampan

Menyikapi kasus bullying
Yang dilakukan oleh korban bullying adalah mengabaikan apa hal buruk yang dilakukan oleh temanmu jika ia mengejek atau menghinamu. Sebisa mungkin kamu menjawab ejekannya kalau perlu. Berpikirlah positif dan intropeksi diri. Mulailah latihan fisik agar bisa menghindari bila ada serangan fisik. Kemudian, asahlah potensi dan bakat yang kamu milikki agar setidaknya lebih di akui.

-          Yang harus dilakukan oleh orang tua
Ketika orang tua sudah mengetahui anaknya menjadi korban bully, orang tua tak perlu terjun langsung ke lapangan karena hal itu malah membuat anak semakin dijek oleh temannya. Yang perlu dilakukan adalah memberitahu kepada sang anak agar tidak mendekati anak yang sudah melakukan hal yang buruk tersebut. Ajarilah anak cara berkomunikasi ketika sedang dicela dengan membalas perkataan-perkataan dari pelaku bully, misalnya ketika anak diejek “Badanmu seperti gajah!” anak itu sebisa mungkin menjawabnya seperti “Tidak kok, kamu aja yang kurus.” Jika anak dibully secara fisik, mulailah anak diajarkan mengungkapkan rasa sakit yang dialaminya seperti berkata “Jangan gitu dong, badanku sakit nih.” Orang tua juga bisa membekali anak dengan les beladiri. Tetaplah mendukungnya.



Solusi agar tidak adanya lagi bullying di Indonesia
     Sedini mungkin, ajarkanlah rasa empati sesama manusia kepada anak. Ajarkanlah cara bersosialisasi dan berkomunikasi yang baik dan benar. Mengadakan penyuluhan tentang Bullying di setiap sekolah yang ada di seluruh Indonesia.


Sekian dari aku.

Komentar

  1. Wow thats very wonderful I actually have detected a replacement app spotify premium apk hack
    this app is nice and that i have started viewing it.Thanks for the assistance and suggesting the matter i'll travel with it.Keep business and writing new article.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer