Merosotnya Moral Anak

Assalamu'alaikum kawan.

Hasil gambar untuk anak anak naik sepeda motor

sumber: sidomi.com



Di era sekarang banyak anak-anak yang sudah mengendarai sepeda motor di jalan. Hal itu sudah menjadi tontonan sehari-hari untuk saya dan bagi pengguna jalan yang lain. Anak-anak dengan usia sekitar 12-16 tahun yang biasanya sering berkeliaran di jalan, yang sebenarnya itu sangat dilarang. Tidak hanya mengendarai, namun juga seringkali melakukan pelanggaran yang lain seperti, tidak memakai helm, melawan arus dan berboncengan lebih dari dua orang dan tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Bagi mereka mungkin belum mengerti dengan aturan-aturan yang sudah ada dan beranggapan sah-sah saja bila melakukannya.
Orang dewasa yang sudah mengetahui aturan-aturan yang ada juga masih sering melanggar aturan, misalnya saja tidak membawa SIM saat mengendarai sepeda motor. Hal itulah yang biasanya sering ditiru oleh anak-anak. Para orang tua juga sudah mengizinkan anaknya untuk menaiki sepeda motor, berbagai macam alasan yang seringkali terdengar, misalnya orang tua tidak bisa mengantar anaknya ke sekolah, tidak adanya fasilitas antar jemput di sekolah si anak dan ada pula yang diizinkan karena teman si anak juga mengendarai sepeda motor. Bahkan para orang tua bangga bahwa anaknya bisa sehebat itu. Sangat berisiko bagi anak-anak dan juga pengguna jalan lainnya.
Kesadaran akan pentingnya memperhatikan dan mendidik anak sangatlah kurang terutama dalam hal kendaraan. Di sekolah anak-anak hanya mendapatkan pendidikan fomal, mereka juga mendapat pengajaran tentang tata tertib berlalu lintas namun tidak dipraktekan. Hal ini berkaitan dengan moral pada anak, yang dimana tercipta karena lingkungan dari luar bukan dari dalam diri. Anak-anak perlu diberitahu mana tingkah laku yang baik mana yang tidak untuk dirinya, sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Melalui hubungannya dengan orang tua dapat memengaruhi perkembangan moral dan kepribadiannya.
Para orang tua harus memerintahkan, melarang, dan menyarankan suatu perbuatan yang baik dan buruk secara bertahap sesuai dengan taraf perkembangannya. Dari situ anak akan menyadari dan mengerti apa, mengapa, dan bagaimana suatu perbuatan tersebut baik atau tidak. Tidak hanya orang tua saja, namun bisa juga terjadi karena dari teman sebaya, orang-orang disekitar dan juga media yang ditonton seperti televisi. Orang tua harus dapat menciptakan suasana ramah, jujur dan kerja sama agar dapat menumbuhkan sikap yang baik pada anak.
Anak memang belum mengerti tentang peraturan lalu lintas, terlebih lagi karena fakor yang menyebabkan anak-anak mengendarai sepeda motor yang hanya sekedar ikut-ikut temannya. Nah, maka dari itu, mulai dari sekarang cobalah diberitahu secara perlahan apa saja yang harus dan tidak boleh dilakukan. Hal ini demi keselamatan bersama juga.

Sekian dari saya, wassalamu’alaikum wr. wb.

Daftar Pustaka:
Gunarsa, D. Singgih. (2013). Psikologi perkembangan. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Komentar

Postingan Populer