Pengaruh Evolusi Terhadap Psikologi


Assalamu’alaikum, kawan.

Gua dapet tugas buat tulisan dengan tema “Pengaruh Evolusi dalam Ilmu Psikologi”, gua gak ngerti dan belum ada gambaran apa-apa tentang ini. Terlebih lagi, ada tugas selain ini yang sangat bikin gua kesel karena gua menyesal udah melupakan tugas yang dikasih minggu lalu. Gua juga bingung mau kasih judul apa. Langsung aja deh ya, daripada kebanyakan curhat, hehe.

Yang gua tau, evolusi adalah perubahan, cuma itu. Ini beda lho sama revolusi. Jadi, menurut KBBI, evolusi adalah perubahan (pertumbuhan, perkembangan) secara berangsur-angsur dan perlahan-lahan (sedikit demi sedikit). Nah, kalau teori evolusi itu sendiri adalah pendapat yang mengatakan bahwa terjadi perubahan secara perlahan dan makan waktu lama dalam kehidupan makhluk hidup. Perubahan yang dihasilkan tidak akan terlihat apabila hanya diukur dalam waktu ribuan tahun, perlu waktu hingga jutaan tahun agar perubahan bentuknya terlihat jelas. Teori evolusi juga berpendapat bahwa organisme yang berbeda secara genetik saling berkaitan dan bisa juga dapat berubah menjadi organisme spesies lain.
Berbicara mengenai evolusi, siapa sih yang tidak kenal dengan si pencetus teori evolusi yang berasal dari Inggris? Sebut saja Charles Darwin, ia dikenal karena karyanya sebagai naturalis, yang mengembangkan teori evolusi untuk menjelaskan perubahan biologis. Teori evolusi Darwin menyatakan bahwa spesies bertahan hidup melalui proses yang disebut “seleksi alam”, di mana mereka yang berhasil beradaptasi atau berevolusi, untuk memenuhi perubahan persyaratan habitat alami mereka berkembang, sementara yang gagal berevolusi dan berkembang biak, mati. Teori evolusi Darwin dan proses seleksi alam kemudian dikenal hanya sebagai “Darwinisme”. Seseorang dengan nama lengkap Charles Robert Darwin ini pada tahun 1859 menerbitkan On the Origin of Species.

Selain Charles Darwin, ada juga lho tokoh-tokoh teori evolusi yang lain.
1.      August Weismann (1934-1914)
Menurut Weismann, evolusi adalah masalah genetika, yakni soal keturunan yang menyangkut masalah bagaimana mewariskan gen-gen melalui sel kelamin. Jadi, evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor genetika.
2.      Jean Baptise Lamarck (1744-1829)
Lamarck mengatakan bahwa ada mekanisme spesifik dalam evolusi organisme, yakni evolusi disebabkan karena adaptasi. Sifat-sifat baru tersebut didapat atas pengaruh lingkungan, kemudian diteruskan pada keturunannya. Misalnya, dulu leher jerapah pendek, untuk memperoleh makanan dari pohon maka jerapah harus menjulurkan lehernya, sehingga lama kelamaan leher jerapah dapat memanjang.
3.      Hugo de Vries (1848-1935)
De Vries mengemukakan bahwa evolusi hanya terjadi karena perubahan yang tiba-tiba timbulnya mutasi. Mutasi ialah perubahan sifat pada keturunannya.

Seperti yang sudah gua jelasin diatas, nah kira-kira apa sih pengaruh evolusi dalam ilmu psikologi?
Sebagai tokoh yang mencetuskan teori evolusi, Darwin menyatakan bahwa manusia dan hewan memiliki banyak kesamaan, bidang psikologi komparatif (yakni mempelajari hewan untuk belajar tentang perilaku manusia) meningkat popularitasnya. Para ilmuwan telah mempelajari hewan selama ribuan tahun dan membuat kesimpulan tentang menusia dari hewan itu, tetapi teori Darwin menyebabkan para peneliti membuat kesimpulan tentang perilaku manusia seperti belajar, ingatan, emosi, dan bahkan interaksi sosial berdasarkan pengamatan dan percobaan pada hewan.

Ternyata, psikologi memiliki cabang yang bernama psikologi evolusioner. Psikologi evolusioner ini bukanlah cabang psikologi yang berbeda, melainkan sebuah lensa teoretis yang saat ini memberi informasi kepada semua cabang psikologi. Selama decade terakhir, psikologi evolusioner semakin banyak menginformasikan setiap sub-disiplin dalam psikologi. Dalam persepsi dan sensasi, itu telah menyebabkan penemuan fenomena seperti bias pendengaran dan ilusi visual.

Contoh-contoh dari pengaruh teori evolusi dalam ilmu psikologi, apa aja ya kira kira, nah ini dia:
1.      Psikologi klinis evolusioner memberikan definisi gangguan psikologis yang tidak sewenang-wenang ketika mekanisme berevolusi gagal berfungsi. Ini juga menjelaskan penderitaan umum seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan makan dan gangguan seksual.
2.      Banyak mekanisme berevolusi untuk memecahkan masalah adaptif sosial, seperti ketika kecemasan sosial berfungsi untuk memotivasi diri.
3.      Evolusi mata yang terjadi pada kecepatan yang jauh lebih lambat selama jutaan tahun.
4.      Banyak kegiatan yang tampaknya tidak produktif juga dapat memajukan kesuksesan
5.      Membawa motivasi yang mementingkan diri sendiri

Nah, itu aja yang ingin gua sampaikan karena gua sebetulnya belum benar-benar paham banget, jadi ya gitu deh. Bay.

Daftar Pustaka:
Harmoni, Ati. (1992). Pengantar ilmu alamiah dasar. Depok: Penerbit Gunadarma.



Komentar

Postingan Populer